Mrs.Fawzi (Marissa Haque) dan Dukungan Total untuk Ikang Fawzi Suaminya

Mrs.Fawzi (Marissa Haque) dan Dukungan Total untuk Ikang Fawzi Suaminya
Mrs.Fawzi (Marissa Haque) dan Dukungan Total untuk Ikang Fawzi Suaminya

Zainuddin Hasan & Ikang Fawzi (Ahmad Zulfikar Fawzi)

Zainuddin Hasan & Ikang Fawzi (Ahmad Zulfikar Fawzi)
Peduli Pendidikan untuk Lampung Selatan

Kalianda, Lampung Selatan pada 20 Feburari 2010

Kalianda, Lampung Selatan pada 20 Feburari 2010
Bukti Cinta & Dukungan Icha kepada Ikang-nya Tercinta

Ditemani Marissa Haque, Ikang Fawzi Semakin Semangat Melaju bersama Zainuddin Hasan

Ditemani Marissa Haque, Ikang Fawzi Semakin Semangat Melaju bersama Zainuddin Hasan
Ditemani Marissa Haque, Ikang Fawzi Semakin Semangat Melaju bersama Zainuddin Hasan

Total Tayangan Halaman

Sabtu, 12 Januari 2013

Bintik Matahari Raksasa Melepaskan Lidah Api Yang Kuat: (dalam Marissa Haque & Ikang Fawzi)



Pandangan suar matahari pada 11 Januari 2013 yang direkam oleh NASA's Solar Dynamics Observatory.


Astronesia-Permukaan matahari meletus dan membuat solar flare pada hari jumat 11 januari,melepaskan ledakan plasma super panas ke ruang angkasa.

Sebuah bintik besar matahari yang dikenal sebagai AR1654 menghasilkan flare kelas M1 pada pukul 4:11 am EST (0911 GMT),kata ilmuwan dari NASA's Solar Dynamics Observatory.Pesawat ruang angkasa SDO adalah salah satu dari beberapa teleskop luar angkasa yang bertugas memantau aktivitas pada matahari.

Menurut Spaceweather.com, sunspot AR1654 tumbuh lebih aktif dan sekarang "Membentuk jilatan matahari dengan kelas M1" seperti yang meletus kemarin (11 Jan).

"AR1654 yang semakin besar ternyata menuju ke arah Bumi," lapor situs web."Tidak hanya kesempatan meningkatkan flare , tetapi juga kemungkinan letusan diarahkan ke Bumi.Ini bisa menjadi bintik matahari yang mengganggu cuaca tenang disekitar planet kita.

Matahari saat ini berada dalam fase aktif siklus 11 tahunnya ,para ilmuwan menyebutnya Solar Cycle 24.Siklus aktivitas matahari yang diperkirakan akan mencapai puncaknya (solar maksimum) pada tahun 2013,kata para ilmuwan.

http://astronesia.blogspot.com/
Gambar menunjukkan daerah aktif matahari AR1654 (ditandai) dibandingkan dengan ukuran Bumi dan Jupiter.Gambar ini di terbitkan oleh ilmuwan NASA Solar Dynamics Observatory pada tanggal 9 Januari 2013.

Lidah api matahari yang paling kuat,flare kelas X  memiliki efek paling signifikan terhadap Bumi.Mereka dapat menyebabkan badai radiasi yang tahan lama di atas atmosfer planet kita dan pemadaman radio.

Kelas flare Medium (M) dapat menyebabkan pemadaman radio singkat di daerah kutub dan sesekali badai radiasi kecil.Kelas C flare yang terlemah dari sistem klasifikasi ilmuwan dan memiliki konsekuensi terlihat sedikit.

Sumber: Space.com 


Bintik Matahari Raksasa Melepaskan Lidah Api Yang Kuat:  
(dalam Marissa Haque & Ikang Fawzi)

Rabu, 02 Januari 2013

Ikang Fawzi Kembangkan Pusat Bisnis Prestisius Tambun (dlm Marissa Haque)


Artis senior, Ikang Fawzi melalui PT Suryasakti Bumi Persada (PT SBP) bertekad mengembangkan sebuah pusat bisnis prestisius di Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

"Kami bersiap meluncurkan ruko (rumah toko) 'de Green Square Tambun-Bekasi, sebuah produk 'property pioneer' yang dibangun di kawasan prestisius, sebagai pusat kawasan niaga terbesar, terlengkap dan terpadu untuk masyarakat Bekasi dan Tambun," kata Direktur Eksekutif PT Suryasakti Bumi Persada Ikang Fawzi saat dihubungi di.

Peluncuran de Green Square@Tambun sebagai pusat bisnis prestisius (terbesar, terlengkap dan terpadu) di Tambun-Bekasi, telah dilakukan pekan lalu. Kawasan ini, kata Ikang, merupakan jawaban atas permintaan dan kebutuhan masyarakat Tambun dan sekitarnya.

"Daerah Tambun mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat luar biasa dengan jumlah penduduk lebih dari 700 ribu jiwa," katanya.

Untuk itu, sebagai pengembang pihaknya sangat sangat peduli dan merasa terpanggil untuk membangun sarana terbaik dan tercanggih yang dibutuhkan masyarakat Tambun dan sekitarnya.

"Kami berkeinginan ada pemerataan pembangunan karena potensi ekonomi di daerah ini terus meningkat," katanya.

Ia juga memperkirakan, de Green Square@Tambun-Bekasi mampu menyerap tenaga kerja hingga ribuan orang.

"Kami siap membangun 180 unit ruko yang dibangun dengan konsep mall. Di depan setiap ruko, kami membuat selasar selebar 1,5 meter yang terintegrasi dengan setiap unit sehingga menciptakan konsep perbelanjaan bergaya 'Mall' sekaligus mengetengahkan One Stop Shopping," kata Managing Director PT SSB, Bambang Ekajaya secara terpisah.

Bambang juga menuturkan, PT SBP merupakan salah satu pengembang yang sarat dengan pengalaman dan piawai mengembangkan berbagai kawasan di Indonesia untuk menjadi pusat kegiatan sosial dan ekonomi.

"Luas lahan de Green Square @ Tambun mencapai 20 hektar secara keseluruhan. Untuk ruko sekitar 2 (dua) hektar. Di lahan ini kami akan memfasilitasi masyarakat dengan sarana 'entertainment centre', 'education-tainment' dan 'shopping-tainment' yang tentunya akan menjadi 'life style' bagi kehidupan masyarakat modern di Tambun dan sekitarnya," katanya.

Tidak hanya itu, pihaknya siap menghadirkan "Resto-Tainment Centre" dengan konsep modern dengan cita rasa bintang lima tetapi harga kaki lima.

Bambang menambahkan, harga yang kami tawarkan sangat kompetitif. Satu unit ruko hanya Rp300 jutaan. "Kami yakin dalam bulan-bulan ini akan terjual sekitar 40 unit ruko dan pembangunannya direncanakan selesai dalam waktu empat sampai lima tahap pembangunan," katanya.

Sumber:
http://forum.kompas.com/properti/207100-ikang-fawzi-akan-kembangkan-pusat-bisnis-prestisius-tambun.html

"Ikang Fawzi Kembangkan Pusat Bisnis Prestisius Tambun (dlm Marissa Haque)"


Rabu, 03 Oktober 2012

“Basu Swastha Dharmmesta: Making Batik and Marketing It (dalam Marissa Haque Ikang Fawzi)”



Sumber: http://www.thejakartapost.com/news/2012/10/03/basu-swastha-dharmmestha-making-batik-and-marketing-it.html
(JP/Slamet Susanto)
(JP/Slamet Susanto)

Professors of economics with marketing expertise can be found at various universities, but economists engaged in the art of batik painting are rare. Among the few is Basu Swastha Dharmmestha.

Combining marketing and art is what the man with an MBA who is a marketing lecturer at Gadjah Mada University (UGM) in Yogyakarta has been doing.

Having learned to draw during childhood, in his high school years Basu also practiced batik painting while apprenticed with Javanese dance maestro and batik artist Bagong Kussudiardjo in his workshop in Yogyakarta.

Basu continued to paint with his first work, Burung Hantu (Owl), produced in 1968, followed by Keburukan vs Kebaikan (Evil vs Virtue, 1973), Ikan (Fish, 1980) and Dua Prajurit Pandawa (Two Pandava Soldiers, 1985).

From 1985 to 2010, Basu went on hiatus from painting to focus on teaching.

“In 2010, I visited an exhibition at the Jogja Expo Center (JEC). I was given a canvas to paint. Since then I’ve started batik painting again,” he said. Now with his hundreds of batik works, Basu hopes that through pictures, batik — already recognized by UNESCO as a world heritage item — will become even more popular around the world.

The demise of batik figures in Yogyakarta such as Bambang Utoro, Bagong Kussudiardjo and Amri Yahya has further motivated him. “I want to keep learning and painting to succeed the batik specialists, especially after the passing of Amri Yahya,” said Basu.

Basu avoids being trapped in certain batik design schools. His paintings constitute a blend of contemporary, naturalistic and abstract elements, all in a decorative style.

Through batik images, Basu also wishes to convey a message of peace. His fish motifs, for instance, depict the dynamic sea animals’ ability to adapt rapidly.

“Conflict is unnecessary. Adapting ourselves to current conditions and the world is something beautiful. It’s the philosophy of my fish patterns,” said the father of four.

Apart from fish, Basu also has adopted many wayang (shadow puppet) characters, particularly the Pandava brothers of the Hindu epic Mahabharata. With their lofty values, wayang figures are also seen as compatible with the science of marketing.

“We should identify our consumers. Europeans are fond of ethnic objects and wayang designs are ethnic in nature,” he said. Without a doubt, his wayang canvases are being collected by his overseas friends and foreign tourists.

“Such works will further globalize batik while communicating the noble values of wayang and the high integrity of the Pandavas as models of excellent conduct,” he said.

Basu shares his artistic talent with his family, related by blood to the late distinguished choreographer and batik painter Bagong Kussudiardjo.

To mark his return to the art world, Basu held a solo exhibition at the Koesnadi Hardjasumantri Cultural Center at UGM recently, displaying 54 works from 1968 to 2012 under the theme “The awakening of batik painting to make the world worth living”.

A book, Batik Lukis Basu SD (Batik Paintings of Basu SD), written by artists Marissa Haque and Meta Ayu Thereskova, was also launched at the event.

“I’m very interested in his work and feel grateful for participating in the efforts of Basu Swastha, an economist who combines marketing science and art,” Marissa said.

Today, the professor divides his time between teaching and art. “I have my family’s support. After retirement I’m going to be focusing on the art of batik painting and make batik even more famous the world over,” he said.

“Basu Swastha Dharmmesta: Making Batik and Marketing It (dalam Marissa Haque Ikang Fawzi)”

Rabu, 29 Agustus 2012

Ikang Fawzi: Dua jam membaca (untuk Marissa Haque)

Ikang Fawzi: Dua jam membaca

Oleh Rahmayulis Saleh
Ikang Fauzi (antara)
Sumber: http://bisnis-jabar.com/index.php/berita/ikang-fawzi-dua-jam-membaca

Musisi dan penyanyi rock Indonesia ini sejak kecil sudah akrab dengan buku. Sebagai anak seorang  diplomat yang sering mengikuti tugas ayahnya di beberapa negara, Ahmad Zulfikar Fawzi atau lebih dikenal dengan nama Ikang Fawzi, menjadikan buku dan berkesenian sebagai pengisi waktu luangnya selain belajar.

Laki-laki kelahiran Jakarta, 23 Oktober 1959, ini menghabiskan masa kecilnya di luar negeri. Dia menjalani sekolah taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar di Belgia dan Jepang, mengikuti ayahnya Fawzi Abdulrani, yang waktu itu menjadi diplomat.

Kebiasaannya membaca buku sejak kecil itu, menurut Ikang, telah membuka dan menambah wawasannya. Dan kegiatan itu terus berlanjut hingga sekarang sampai dia sudah menikah dengan artis Marissa Grace Haque, dan memiliki dua putrid yang sudah beranjak dewasa.

“Setiap hari saya terbiasa membaca sampai dua jam, waktunya bisa kapan saja. Saat ini yang banyak saya baca buku-buku tentang ekonomi dan gaya hidup,” ungkap Penyanyi Rock Terbaik versi Majalah Gadis pada 1986 ini.

Menurut Ikang, hobinya membaca tersebut juga diikuti oleh isterinya dan kedua anaknya. Di rumahnya saat tersedia dua buah perpustakaan, dengan ribuan judul buku.

“Isinya macam-macam sesuai dengan bacaan kesenangan masing-masing keluarga. Untuk saya lebih suka baca masalah ekonomi,” ujar Duta On Clinic ini di Jakarta beberapa waktu lalu di sela-sela seminar yang diadakan On Clinic.

Selain membaca, ternyata sejak kecil Ikang juga suka berkesenian. Darah seni mengalir dari ayahnya, yang dulu pemain Hawaiian, pencipta lagu, dan penyanyi. Ayahnya selalu mendorong Ikang untuk berkesenian, dan  saat berusia 10 tahun, dia dimasukkan ke Yamaha Musik di Jepang untuk kursus privat electone dan drum.

Ikang juga dimasukkan ke klub belajar beladiri. Saat di Jepang dia belajar karate. Setelah kembali ke Indonesia, dia menekuni pencak silat. Tak heran walau sudah berusia di atas 50 tahun, tubuhnya masih tetap energik dan bugar.

Menurut Ikang yang juga pengusaha properti ini, memperhatikan gaya hidup menjadi sangat penting, terutama dalam mejalani pola hidup sehat, dan selalu berupaya melakukan hal-hal yang positif.

Setiap hari dia berusaha menghindari makanan yang banyak lemak, dan berenang di rumahnya dua hari sekali, masing-masing satu jam. “Dulu saya juga olahraga barbel, tapi di usia sekarang ini paling cocok bagi saya adalah berenang, mengonsumsi makana sehat, dan baca buku, serta bermusik,” ungkap Ikang yang alumni master MBA (S2) di UGM  Yogyakarta ini. (MSU)

Marissa Haque Ikang Fawzi: "Manusia Sebenarnya Sedang Tidur"



Jakarta, 12 Juli, 2004
Oleh Marissa Haque Fawzi

Untuk Majalah Noor edisi September 2004.


Dalam sebuah perenungan panjang, tatkala kutatap lalu lalang manusia yang menyemut dalam sebuah perjalanan panjang Bintaro ke Jakarta Pusat, terbayang wajah-wajah banyak manusia melangkah dengan mata terpejam. Ah, mereka sedang tidur!

Annemarie Schimmel, seorang wanita keras hati namun halus budi yang dititipi Allah kecerdasan diatas rata-rata dengan kemampuan verbal yang sangat lancar, adalah salah seorang role model ku didunia Sufisme/Tasawuf. Dalam salah satu buku tulisannya yang berjudul Jiwaku adalah Wanita, didalam paragraf pembukanya diceritakan sebuah kisah tentang seorang guru India yang sedang berkunjung ke Damaskus, Syria.

Buku yang diceritakan tersebut adalah sebuah buku tua terbitan 1872 dengan judul Padmanaba dan Hasan. Disana sang guru India tersebut memperkenalkan awal langkah misteri kehidupan spiritual kepada seorang anak laki_laki yang bernama Hasan yang membawanya kesebuah ruang bawah tanah. Ada sebuah keranda yang berdampingan dengan bekas singgasana Raja teronggok, dikelilingi sekumpulan harta benda ratna mutu manikam yang tak ternilai. Pada keranda tersebut terpatri kata-kata “…sebenarnya manusia itu semua sedang tidur, ketika mereka meninggal dunia, pada saat itulah mereka sebenarnya terbangun.” Schimmel kemudian baru menyadari belakangan bahwa ternyata sepenggal kata-kata yang terpatri tersebut adalah hadis Rasulullah Muhammad yang amat disukai dikalangan para Sufi dan penyair dunia Islam.

Didalam konteks posisiku sebagai anggota DPR terpilih periode 2004-2009 melalui partai Politik PDI Perjuangan, aku merasakan sepotong tulisan yang saya kutip diatas dari buku Annemarie Schimmel, adalah sebuah metafora pula dari penggalan lain langkah kehidupanku dalam kaitan dengan dunia politik. Betapa kehidupan singkat manusia ini hanyalah sepenggal mimpi pendek bunga tidur yang akan menetukan sebuah kehidupan abadi lainnya setelah alam dunia ini. Betapa sesungguhnya mimpi pendek ini sangat silau dengan tipu daya yang menjerumuskan. Alangkah kita nantinya akan menyesali ayunan langkah kehidupan yang telah kita lakukan, saat kita menyadari bahwa dikala mati kelak tidak satupun harta dunia akan terbawa.

Menjadi seorang anggota DPR, merupakan amanah sekaligus ujian dan jebakan yang nyata, yang akan menguji apakah dipenghujung langkah hidupku kelak aku layak menjadi kekasih Allah dan sahabat Rasulullah. Dimana kebutuhan transendental merupakan intrinsik atau innate property yang membuat setiap manusia itu cinta Illahi—apapun agama yang dipeluknya—dan ingin bersatu dengan Nya dikehidupan abadi kelak. Saat itu adalah saat dimana manusia sudah benar-benar bangun dari tidurnya. Namun sekarang masalahnya. Apakah manusia mengetahui bahwa sebenarnya mereka itu sedang tidur pada saat mereka sedang melakukan aktifitas kesehariannya? Wallahualam bisawab. Semoga Allah SWT membimbing pada jalan keselamatan didunia dan di akhirat, dan mengumpulkan kita semua kelak didalam tempat yang sejuk serta penuh dengan cahaya cinta kasih abadi.


Marissa Haque Ikang Fawzi: "Manusia Sebenarnya Sedang Tidur" 

Senin, 27 Agustus 2012

Marissa Haque Ikang Fawzi: "Indonesia's Cinematic Art Stumble and Surge"

Indonesia's Cinematic Art Stumble and Surge
 
World Paper, New York, USA
June, 2001


By. Marissa Haque Fawzi
An Indonesia Actress, is in Residence at Ohio University

 
Indonesia as a country among many countries in the world, cannot escape of the effect of globalization. More specially, the Indonesia film industry is influenced and shaped by the cultures and trends of many other nations. This assimilation necessary and positive for progress and increased quality as long as an individual maintains his/ her own touch, so to speak. This process is guaranteed by the fact that our world grows smaller everyday and the boundaries that once existed are no more.

The father of Indonesia film, Mr. Haji Usmar Ismail, was the first Indonesia artist to graduate from the School of Film at the University of California Los Angles as early as the 1940s. Generations to follow in the 1970’s were strongly predisposed to Russian production style and technique with Indonesian graduate from Moscow University such as Syumandjaja and Amy Priono.

Many artists to follow, Producers and Directors are products of Indonesia education and training. Their work, also distinguished, is colored by local wit and wisdom. A result of their efforts has been “Edutainment” or educational entertainment for the Indonesian citizen.

The only trouble with this is seen in the extremely small ratio of these artists in relation to the population of Indonesia, which far exceeds 200 million. If the love of money is the root of all evil it has also been the demise of the film industry in Indonesia. Many Directors viewed the production of movies as a monetary printing press.

The typical Indonesian film left nothing for the viewing public; there was no moral message and no real meaning. By the end of 1980s the film industry has stagnated and come to screeching halt. The Indonesia government further stifled the industry’s creativity and quality, and the differences from one film to the next became almost impossible to discern. It was a frustrating time for the movie-going public and even exasperating for those production teams that sought to create.

In 1990s gave us Garin Nugroho. As a young man, he graduated from University of Indonesia with a degree in Law and attended Indonesia’s Institut Kesenian Jakarta (Indonesian Art Institute). Garin Nugroho was determined to create new standard, and in the mid-1990s he began work. Nugroho presented an Eastern European style of production. Many Indonesian viewers did not understand this style of production and found the storylines difficult to follow, but his works have been honored (and have placed) at almost every international film festivals in which those have appeared.

Toward the end of 1999, a group of young Indonesian film graduates that, to date, do not wish to be identified with other movie production teams, came together to produce. They represent the new techno generation, seeking something new and different from all who came before them, and it is known to Indonesians today as the movie Kuldesak. This independent production team used a grassroots style marketing strategy throughout production. The film smacks of Quentin Tarantino. The theme song from thia movie was also honored by MTV at the MTV awards 2000 in New York.

The year 2000 was phenomenon for Rivai Riza (Film Director), Mira Lesmana and Triawan Munaf (Co Producers) with their award-winning production Petualangan Sherina or the Adventures of Sherina. The British honored this production with the presentation of the British Chavening Award Scholarship to Riza. This is only logical because Riza finished his Master of Arts in screenwriting at a British Institution in 1999. Riza ia rich with British style.

What do we see in the future of the Indonesian film industry? What style do we hope will prevail? There are so many possibilities, but that which cannot be denied and is clear to even those who would close their eyes is that American films are shown on every channel of Indonesian television and fill Indonesian theatres. In this lies an undeniable answer.

We are also aware that American film is a collection of assimilations from across the world. Thus we come full circle of globalization and interdependent world in which we live. We will, each and every one of us, learn from all of those around us without exception, if we hope to progress. This is a continual process that will go on for as long as we breathe.
Marissa Haque Fawzi: "Indonesia's Cinematic Art Stumble and Surge"

Minggu, 11 September 2011

"Ikang Fawzi & Marissa Haque: Selamat Hari Ulang Tahun Mas Hanafi Rais, Semoga Menang di Hati Rakyat Yogyakarta"

Tegaskan Ora Golek Balen
Sunday, 11 September 2011 09:12
Tegaskan Ora Golek Balen
Fitri Bertekad Jadi Talang Garing

Sumber: http://www.radarjogja.co.id/berita/utama/21917-tegaskan-ora-golek-balen.html

JOGJA - Pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Ahmad Hanafi Rais dan Tri Harjun Ismaji kemarin (10/9) mendapatkan giliran melakukan kampanye terbuka. Paslon yang membuat akronim Fitri itu kembali menegaskan tak akan mengambil gajinya selama menjadi wali kota dan wakil wali kota.
Kampanye terbuka Fitri ini menghadirkan sejumlah tokoh. Bahkan, mereka juga mendatang artis Marissa Haque dan Ikang Fawzi. Pasangan mantan artis nasional tersebut menghibur pendukung Fitri di Purawisata, Lapangan Sidokabul, dan Lapangan Karang Kotagede.
Aksi kampanye di Lapangan Karang diawali orasi anggota DPRD DIJ Arif Noor Hartanto. Dia mengajak seluruh warga yang hadir tak sekadar menyoblos kartu suara. Tapi, mereka juga harus mempertimbangkan kondisi Kota Jogja lima tahun ke depan.

“Pilih calon wali kota yang benar-benar memiliki komitmen bebas korupsi dan menyejahterakan rakyatnya,”
ujar politisi yang akrab disapa Inung itu, saat berorasi.
Orator selanjutnya adalah Koordinator Gerakan Rakyat Jogja (GRJ) Gazali. Salah seorang penggerak gerakan pro penetapan ini meminta seluruh masyarakat untuk berjuang bersama-sama mempertahankan keistimewaan Jogjakarta. “Mas Hanafi sudah sejak lama turun mendukung keistimewaan. Jadi, kenapa kita harus bingung dengan status keistimewaan Jogjakarta. Pilih Fitri untuk pro penetapan,” kata Gazali.
Tak berbeda dengan Gazali, mantan Wakil Wali Kota Jogja Syukri Fadholi juga memastikan kepemimpinan Fitri akan menjadikan Kota Jogja lebih baik. “Kenapa saya mundur untuk mendampingi Mas Hanafi? Karena yang menggantikan saya ternyata jauh lebih baik dan tepat,” jelas Ketua DPW PPP DIJ. Pernyataan ini ditujukan kepada Tri Harjun, pendamping Hanafi.
Syukri menyampaikan tiga ajakan kepada masyarakat. Sak kasur, ajak istri atau suami. “Nek ra duwe bojo, ajak bojone tanggane nyoblos nomor 2. Sak dapur, ajak teman-teman semeja makan nyoblos Fitri. Dan, sak sumur, ajak teman-teman yang satu sumur atau tetangga,” terangnya.
Usai ketiga tokoh lokal tersebut, giliran pasangan artis Ikang Fawzi dan Marissa Haque. Mereka mengajak masyarakat memilih Fitri dengan menyanyikan sebuah lagu gubahan Ahmad Dhani. “Tuhan kirimkanlah aku, pemimpin yang paling santun, Hanafi dan Pak Tri”. Masa yang berkumpul di lapangan turut menyanyikannya.
Hanafi kembali meneguhkan tekadnya. Saat berorasi, menegaskan janji Fitri untuk tidak mengambil gaji sebagai wali kota dan wakil wali kota. Fitri akan mengembalikan seluruh penghasilan sebagai wali kota dan wakil wali kota kepada masyarakat.
“Kami juga bertekad menjadi talang garing. Artinya, kami akan mengembalikan seluruh proyek kepada masyarakat, tanpa mengambil sepeser pun. Karena, proyek itu tujuannya memang untuk kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Kampanye terbuka kemarin menjadi hari spesial bagi Hanafi. Dia merayakan ulang tahun yang ke-33.
Dia pun menerima banyak ucapan dari pendukungnya. (eri)

“Ikang Fawzi & Marissa Haque: Selamat Hari Ulang Tahun Mas Hanafi Rais, Semoga Menang di Hati Rakyat Yogyakarta”

Jumat, 15 Juli 2011

Manajemen Pemasaran Analisis Perilaku Konsumen (Buku Karya Prof Basu Swatha Dharmesta)


Manajemen Pemasaran Analisis Perilaku KonsumenManajemen Pemasaran Analisis Perilaku Konsumen


 

 
Synopsis
Buku ini juga didasarkan pada suatu pandangan yang percaya bahwa pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dapat digunakan untuk mengembangkan strategi pemasaran. Oleh karena itu penulisan telah berusaha mengemukakan gambaran menyeluruh tentang berbagai macam konsep dan teori perilaku untuk memahami perilaku konsumen. Buku ini dibagi menjadi enam bab yang secara keseluruhan menunjukkan bahwa pemahaman tentang peilaku untuk konsumen itu menjadi bagian dari pemahaman tentang manajemen pemasaran. Oleh karena itu "manajemen pemasaran" ditonjolkan sebagai judul dari buku ini. Dengan kata lain buku ini mengupas manajemen pemasaran dengan hanya minitikberatkan pada analisa perilaku konsumen saja. Meskipun lebih banyak membahas perilaku konsumen akhir, tetapi buku ini juga tidak mengabaikan pembahasan tentang konsumen industri/pasar industri, yaitu pada bab 2 dan bab 5. Inti dari pemahaman perilaku konsumen dibahas pada bab 3dan bab 4, yaitu menyangkut faktor ekster
Details

Author:Prof. Dr. Basu Swastha Dharmmesta, M.b.a
Language:INDONESIA
Date Published:AGUSTUS 2008
Type:SOFT COVER
No. of Pages:132   

Selasa, 14 Desember 2010

Kader PAN Ikang Fawzi Akhir Berhasil dapat A dalam Ujian Thesis MBA dari UGM: Marissa Haque


Ikang Fawzi (Foto:Arie Yudhistira/Koran SI)
JAKARTA - Ikang Fawzi tengah bergembira. Jerih payahnya kuliah selama 1,5 tahun berbuah manis. Suami Marissa Haque ini meraih gelar MBA dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Saya senang sekali akhirnya bisa dapat gelar. Saya kuliah selama 1,5 tahun. Selesainya bisa cepat karena saya serius sekali," ungkap Ikang yang dihubungi okezone, Selasa (14/12/2010).

Rocker kelahiran 23 Oktober 1959 itu mengambil judul tesis Analisa Strategi Bisnis Properti-tainment di Salah Satu Industri Bisnis Properti (studi pada PT Impian Jaya Ancol). Dia membuat tesis dengan judul demikian dengan alasan tersendiri.

"Saya pikir bisnis ini kan yang penting bisa berkelanjutan. Banyak yang berbisnis, tapi kemudian hilang. Kalau Ancol ini pernah diterpa krisis ekonomi 1998 dan 2008, tapi bisa bertahan karena dia menggunakan properti-tainment. Jadi entertainment itu untuk mempercepat recover industri properti yang sedang lesu," bebernya.

Berkat keseriusan dalam menggarap tesis setebal 300 halaman, ayah dua anak ini mendapat nilai sempurna, A. "Secara ilmiah itu memang bidang saya. Intinya, di situ saya gunakan ilmu yang saya punya. Jadi saya lama di entertain, kemudian ingin saya ilmiahkan," urainya.

Disinggung tentang kegiatan sang istri yang giat menimba ilmu, Ikang memberikan pujian.

"Wah, kalau dia sih gila sekolah. Kalau saya enggak seperti dia yang sekolah terus kayak sudah jadi makanan sehari-hari. Mungkin kalau dia di UGM mengambil dua gelar sekaligus, MBA dan hukum (MA)," katanya.(ang)

Selasa, 30 November 2010

PAN dalam Pilkada Tangerang Selatan 2010: Ikang Fawzi

Tribunnews.com - Selasa, 30 November 2010 05:43 WIB
Document Mustafid Sawunggalih

Airin Rachmi Diany didampingi pengacaranya Rudi Alfonso yang mewakili 12 orang pengacara lainnya dalam sidang gugatan Pemilukada Tangsel di Mahkamah Konstitusi, Senin (29/11)Related News

 Ditulis oleh Tribunners, Mustafid Sawunggalih

TANGERANG SELATAN- Airin Rachmi Diany pemenang pemilukada Tangerang Selatan yakin MK akan memutuskan seadil-adilnya. Airin merasa sudah mentaati peraturan dan ketentuan yang berlaku selama proses Pemilukada berlangsung. Oleh karena itu, dirinya menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada MK terkait gugatan Arsid-Andre dan Yayat-Norodom.

"Kami yakin MK akan berpihak pada kebenaran, dalam pembuktian nanti, akan diketahui siapa sesungguhnya yang melakukan pelanggaran dan yang tidak melakukan pelanggaran. Kita lihat apa yang disampaikan dalam gugatan ini, kami nyatakan tidak benar,” kata Airin usai mengikuti persidangan di MK, Senin (29/11).

Sebelumnya, saat persidangan materi gugatan yang dipaparkan kuasa hukum pasangan no 3 Arsid-Andre dan pasangan no 1 Yayat-Norodom dalam sidang perdana sengketa pemilukada di Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai sangat lemah.

Berbagai gugatan yang disampaikan tidak memiliki bukti kuat dan dibantah baik oleh kuasa hukum Komisi Pemilihan Umum Kepala Daerah (KPUD) maupun kuasa hukum pasangan no 4 Airin-Benyamin.

Dalam persidangan perdana itu, juru bicara pengacara Arsid-Andre, Andy Syafrani mengemukakan, ada tiga alasan utama pihaknya melakukan gugatan.

Pertama, pihaknya menemukan KPU Tangsel tidak netral akibatnya, dapat mempengaruhi jumlah suara khususnya nomor 3. Yang kedua, penyelenggara negara dalam hal ini Pemkot Tangsel secara sistematis dan masif juga tidak netral .Sedangkan yang ketiga, atas pelanggaran administratif maupun pidana, itu pihaknya menolak hasil rekapitulasi suara dan penetapannya.

"Sehingga bisa dilakukan Pilkada ulang untuk seluruh wilayah Kota Tangsel. Namun, sebelumnya, diskualifikasi dulu nomor 4. Atau tetapkan Arsid-Andre Taulany sebagai pemenangnya,” pinta Andy Syafrani

Ketua MK Mahfud MD lalu menanyakan, apa saja yang bisa dibuktikan bahwa KPU dan Pemkot Tangsel tidak netral? Dijawab Andy, untuk KPU, pihaknya menemukan pencetakan surat suara cadangan sebanyak 5% tidak sesuai dengan dengan aturan yang seharusnya hanya 2,5 % cadangannya.”Jadi selisih ini tidak jelas, kami mendapat ada 1.758 surat suara yang entah kemana?,” ujarnya.

Untuk Pemkot Tangsel, adanya proses mutasi pejabat dari Provinsi Banten ke Tangsel, seperti Penjabat Wali Kota Tangsel. Padahal, memiliki jabatan sebagai kepala dinas di Provinsi Banten. "Aparat negara (Pemkot Tangsel) digeser jika beda pandangan politik,” tegas Andy.

Sedangkan, kubu Yayat-Norodom diwakilkan oleh 3 orang pengacara. Dengan juru bicara Sumardi. Pasangan ini menuding dua pasangan telah melakukan kecurangan, yang pertama adalah Airin-Benyamin dan kedua adalah Arsid-Andre. “Pasangan nomor empat telah dibantu, Asda 1 Pemkot Tangsel bernama Ahadi, Ketua RT, KPU Tangsel dan penjabat wali kota Tangsel Eutik Suarata,” tudingnya.

Keterlibatan Penjabat Wali Kota Tangsel adalah terekam dengan video visual, yakni pada saat acara Wanita Kristen Indonesia menggelar acara di Pondok Aren, Dalam kesempatan itu, Eutik mengarahkan bahwa akan ada Pilkada di Tangsel dengan kandidat nomor 4 Airin –Benyamin. “Itu ada buktinya berupa rekaman video,” terangnya.

Sementara Arsid-Andre dituduhnya melakukan money poltics dan melakukan penggalangan PNS Kabupaten Tangerang. Selain itu, kubu nomor 1 ini juga mempertanyakan adanya 1.300 warga yang tidak dapat kartu undangan untuk memilih.

“Money politik yang dilakukan oleh tim sukses pasangan Arsid-Andre juga terekam dengan audio visual kami. Pelakunya adalah tim sukses bernama Fauzi, yang diberikan untuk membagikan bernama Abdul Somad. Dengan begitu, kami memohon agar Pilkada diulang, selain itu nomor 3 dan 4 dilakukan diskualifikasi. Jika pun tidak Majelis Hakim bisa menetapkan nomor urut 1 sebagai wali kota terpilih, ” harapnya.

Sedangkan kubu Airin-Benyamin melalui pengacaranya sebanyak 12 orang diwakilkan Rudi Alfonso mengatakan. Segala tuduhan nomor urut 3 dan 1 sudah dilakukan pemeriksaan mulai dari tanggal, waktu dan lokasi tuduhan. “Berdasarkan tuduhan yang dilayangkan pada waktu dan tempat, kami bisa pastikan sama sekali dibuat-buat seolah benar-benar ada,” kata Rudi Alfonso.

Contohnya, kata Rudi, tudingan bahwa adanya Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah ke suatu acara dengan mengarahkan masyarakat pada tanggal dan waktu yang dituduh, ketika diperiksa ke Humas Provinsi Banten, pada saat tanggal tersebut Gubernur sedang tidak ada di Banten. Dan, bukan berada di Tangsel.

“Bahkan kami juga mengecek, lokasi gambar rekaman video yang menyatakan, Penjabat Wali Kota Tangsel mengajak memilih nomor 4 seperti tuduhan nomor 1. Kami meminta video itu di periksa dan diuji ke forensik, karena itu adalah gambar video hasil potongan.

Sebenarnya Eutik (wali kota) mengatakan, ada empat kandidat pada Pilkada Tangsel, Nomor urut 1 Yayat-Norodom, 2 Rodhiyah-Sulaiman, 3 Arsid-Andre Taulany dan 4 Airin-Benyamin. Pas yang keempat ini tidak dihapus atau dipotong, 1,2 da 3 dipotong. Kami meminta jangan main-main dalam menyerahkan bukti, apalagi di sana Airin pun tidak hadir,” terangnya

Rudi menegaskan, pihaknya dan KPUD akan mempidanakan saksi palsu dan segala bentuk rekayasa bukti bila mereka melakukan itu. Karena menurutnya, itu merupakan bentuk kejahatan hukum yang tidak bisa ditolerir. “Saya harap kita jangan main-main dengan hukum,” tegasnya.

Ketua MK Mahfud MD mengatakan, perisdangan akan dilanjutkan pada Selasa (30/11/2010) pukul 11.00 WIB. Sedangkan soal persidangan kemarin, Majelis masih meminta seluruh tuduhan itu dilengkapi dan penegasan. “Memang sudah terjabar (gugatannya) namun, harus disertai saksi-saksi untuk itu, besok hadirkan pada saksi. Tetapi jangan banyak-banyak, cukup saksi yang berkualitas saja. Kalau saksi 1 orang tetapi berkualitas kan bisa mewakili 100 orang,” tutup Mahfud.

Persidangan yang digelar sekitar pukul 14.30 WIB pada Senin (29/11) tidak dihadiri pasangan nomor urut 3, Arsid-Andre Taulany. Sedangkan nomor urut 1, Yayat hanya sendiri tanpa didampingi Norodom Sukarno. Hanya nomor urut 4 Airin-Benyamin yang lengkap hadir. Sedangkan Anggota dan Ketua KPU Tangsel hadir seluruhnya.

Kamis, 25 November 2010

PAN yang Terakhir Mengusung yang Diduga Akan Bermasalah di Tangsel 2010

Jumat 19 November 2010

Pemilukada Tangsel Kental dengan Pelanggaran dan Kecurangan

andre-taulany-stinky
TANGSEL - Koordinator Lembaga Kajian dan Analisa Daerah Terpadu, Ade Yunus, memprediksi kalau pemilihan walikota dan wakil walikota Tangerang Selatan akan berujung seperti yang terjadi di Kabupaten Pandeglang, Banten. Proses pemilihan akan diulang karena indikasi pelanggaran maupun kecurangan sangat kentara.

"Berbagai pelanggaran tersebut memiliki persamaan dengan pelanggaran yang terjadi dalam Pilkada Pandeglang. Mahkamah Konsitusi menyatakan pilkada di daerah tersebut harus diulang secara keseluruhan," tutur Ade, Kamis (18/11).

Pengamat dari Universitas Muhammadiyah Jakarta itu mengatakan, indikasi pelanggaran maupun kecurangan yang terjadi dalam proses pemilihan di Tangerang Selatan Sabtu lalu dilakukan secara terstruktur, sistemik dan massif. Berdasarkan data yang dihimpun LKADT, berbagai kecurangan tersebut diantaranya berupa penggelembungan suara, pengerahan birokrasi, dan politik uang.

Indikasi penggelembungan suara dilakukan lewat perumusan daftar pemilih tetap. "Surat undangan memilih palsu dibuat agar pemilih palsu hadir di TPS," jelas Ade.

Sedang tim pemenangan pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie, pasangan yang Rabu malam lalu ditetapkan sebagai pemenang, Ade menuding, melibatkan birokrasi dalam program kerjanya. "Tiga hal ini (mark up jumlah suara, pengerahan birokrasi dan politik uang) menjadi kekuatan kubu pasangan Arsyid-Andre Taulany untuk memenangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi," katanya. (ti/isan)

Sumber: http://www.bantenpost.com/berita.php?berita=BU/BNTP/11/10/1316

Jumat, 04 Juni 2010

Lampung Selatan 2010, Lampung (1)


Oleh: Marissa Haque Fawzi
Metro Lampung, 2 Juni 2010

Secara pribadi saya jadi semakin mengenal ujung selatan pulau Sumatra, yaitu Kabupaten Lampung Selatan di Provinsi Lampung. Dimana Ikang Fawzi (Ahmad Zulfikar Fawzi) suamiku tercinta sedang berjuang bersama Dr. H. Zainudin Hasan, SH, MH, MM adik kandung. Sebagai satu-satunya kandidat Bupati yang asli berdarah Lampung Selatan—kandidat lainnya seluruhnya berasal dari Bandar Lampung serta sekitarnya—Bang Zai (nama panggilan akrab insya Allah Bupati Lamsel 2010-2015 yang akan datang) mengetahui dengan persis apa yang menjadi keluh kesah serta uneg-uneg masyarakat yang insya Allah akan dipimpinnya. Untuk diketahui secara lebih luas dan seksama, bahkan sekitar 60% penduduk di Kabupaten Lampung Selatan adalah masyrakat campuran/heterogen dari berbagai suku di tanah air. Antara lain yaitu: (1) Jawa; (2) Sunda/Banten; (3) Palembang; (4) Batak; (5) Bali; (7) Padang; (8) Keturunan Cina, dan lain sebagainya. Sisanya sekitar 40% kurang lebih adalah penduduk asli Lampung Selatan.
Sehingga insya Allah, dugaan atas fitnah keji melalui kampanye hitam/black campaign yang kami duga datang dari arah oknum ‘kubu tim media’ incumbent sebagai salah satu pasangan kandidat didalam rubrik jurnalism-blog http://kompasiana.com pimpinan Kang Pepih Nugraha salah seorang teman wartawan cyber-ku dapat langsung dipatahkan dengan keberadaan cikal-bakal Bang Zai yang justru ternyata berdarah asli keturunan Lampung Selatan. Malah yangdilakukan oleh sang oknum tersebut malah menjadi kontra produktif bagi sang incumbent yang didukungnya, mengingat ternyata yang merupakan ‘the one and only’ putrra daerah adalah Dr. H. Zainudin Hasan, SH, MH, MM. Nah…, sementara seluruh pasangan kandidat lainnya adalah ‘imported’ dari Bandar Lampung.

(bersambung)

Mendorong Kerjasama HARMONIS Bidan Desa dan Peraji/Dukun Beranak di Lampung Selatan: Marissa Haque & Yasmin Shahnaz

Fwd : dari Pak Nipolin
Kalianda City—Bidan desa memiliki peranan penting di Kota Kalianda di Lampung Selatan (Lamsel), sebagai daerah kota berbasis masyarakat campuran rural dan urban dalam lintasan Trans-Sumatra.

Pembina Forum Peduli Pendidikan dan Kesehatan Kabupaten Lamsel Yasmin Shahnaz Hasan dan Marissa Haque Fawzi, secara kompak bersama menyatakan bahwa peran penting bidan desa di Kota Kalianda yaitu untuk membantu ibu hamil menjaga keselamatan bayi dalam kandungan hingga proses persalinan danmencegah kematian ibu melahirkan yang masih teramat tinggi di Kabupaten Lampung Selatan sampai tahun 2010 ini. Terutama di wilayah-wilayah tingkat desa di kampung-kampung yang sangat jauh dari fasilitas kesehatan yang tersedia selama ini di Lampung Selatan. Secara dramatik kedua calon ibu ketua PKK Lampung Selatan tersebut menyatakan bahwa ibunda tercinta dari suami Yasmin Shahnaz alias ibu kandung dari Zainudin Hasan meninggal dunia karena kehilangan banyak darah saat melahirkan adik kembar terkahir mereka beberpa puluh tahun yang lalu. Dengan jaringan infrastruktur yang sebagian besar buruk—diduga hampir sebanyak 99,9% jalanan di Kabupaten Lampung Selatan hancur dan tak ada perubahan sama sekali dalam 5 tahun pemerintahan disana, sangat muskil diharapkan untuk meminta incumbent melanjutkan programnya yang tak pernah nyata apalagi signifikan tersebut!

“Bidan desa harus menjadi bidan siaga, yang siap untuk mendengar, menerima, melayani dan menolong ibu-ibu hamil, dimana didalam perjalanan pelayanannya akan dibantu oleh para perjai/dukun beranak yang telah mendapatkan pelatihan khusus dari para dokter obgin dari Fakultas Kedokteran Universitas negeri dan swasta terdekat diseluruh Lampung Selatan. Mereka berdua baik Yasmin maupun Marissa percaya bahwa peran dari para bidan yang berkerjasama dengan para peraji sebagai perpanjangan tangan tersebut sangat signifikan,” kata mereka berdua sangat kompak saat hadir pada sebuah seminar di Kalianda Kamis (3/6).

Pada acara yang digelar oleh Forum Bidan Desa Lampung Selatan tersebut, baik Yasmin maupun Marissa menjelaskan bahwa Kalianda sebagai ibu kota Kabupaten Lampung Selatan yang penduduknya terdiri dari kohesifitas berbagai masyarakat baik asli maupun transmigrasi yang sangat memiliki tantangan siginifikan.

Tantangan atas penguasaan dan pemahaman seputar ilmu kebidanan, perawatan bayi serta peraturan dunia kesehatan sangat diharapakan peningkatannya. “Untuk menjawab tantangan itu, maka hal yang pertama adalah dengan memberikan kenyaman atau rasa aman kepada para ibu yang sedang hamil, sehingga akan memunculkan kepercayaan proses kehamilan dan persalinan kepada bidan. Selain itu, para bidan desa dan para peraji/dukun beranak yang saling bekerjasama terssbut harus memiliki ilmu kebidanan yang mumpuni, serta keterampilan agar bisa menjadi sahabat bagi ibu hamil yang bisa menjawab berbagai pertanyaan, keluhan atau kondisi dialami oleh ibu hamil di wilayah perkotaan, “ tutur mereka berbarengan. (Nipolin)

Selasa, 01 Juni 2010

Mengajari Anak Seni Awal Berpolitik Melalui Teknik Baca-tulis

Meski saat ini masyarakat bergerak menuju jeman keyboard, anak-anak masih perlu untuk belajar menulis menggunakan tangan. Menulis tangan jauh dari sekadar meletakkan huruf di atas kertas. Itu adalah satu kunci penting dari belajar membaca dan berkomunikasi. Bahkan fakta menurut para ahli, mengembangkan kemampuan menulis menguatkan kemampuan membaca dan begitu pula sebaliknya. Untuk dapat membaca dengan baik, anak-anak perlu memahami huruf serta bunyi yang ditimbulkan serta bagaimana bunyi itu keluar bila huruf-huruf dirangkai menjadi kata. Belajar untuk menulis huruf juga merupakan hal penting dalam memahami hal tersebut.

Menulis tangan penting, sebab anak-anak selalu diminta menggunakannya setiap saat di sekolah taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Anak yang terbiasa dengan tulisan otomatis dari keyboard akan kesulitan saat menulis atau mengerjakan tes, atau menyelesaikan tugas sekolah. Hal ini dapat ditebak, justru akan mempengaruhi rasa percaya diri dan keberadaan diri mereka di sekolah nanti.

Salah satu cara penting membantu anak mengembangkan kemampuan baca-tulis mereka adalah membuat mereka mempraktekan. Begitu anak anda mampu mengeja (kira-kira pada usia 1 tahun bagi kasus umum) tawarkanlah crayon lunak, atau spidol warna-warni dengan kertas besar dan biarkan ia bereksperimen.

Ketika anak anda semakin tumbuh, ciptakan ruang khusus seni dengan banyak kertas berwarna-warni dan berbagai macam perlatan seni seperti spidol, crayon, pastel, pensil warna, cat warna dan kuas. Anda bahkan dapat mendorong anak anda untuk menulis dan menggambar ketika anda sedang diluar rumah, dengan cara menyiapkan kapur, cat warna serta seember kecil air, kuas untuk mengecak “trotoar” anda. Semakin sering anak menggunakan tanggan mereka, mereka akan mengembangkan otot, kemampuan, dan kordinasi yang diperlukan untuk menulis huruf.

Begitu anak anda masuk sekolah dan mulai melakukan praktek menulis di sana, sebagai orang tua sebaiknya tetap lanjutkan menemukan cara-cara baru untuk mempraktekan di rumah. Seperti menyarankan anak menulis nota ucapan terimakasih untuk keluarga atau teman. Minta mereka menuliskan daftar belanja atau resep. Belilah buku atau gunakan journal serta sarankan anak anda menghabiskan waktu di akhir hari untuk menulis di dalamnya.

Jika tulisan tangan anak anda tetap terlihat acak-acakan dan sulit dibaca bahkan setelah mengikuti instruksi formal dari sekolah cobalah beberapa tips berikut,

Bantu anak anda untuk menulis dengan perlahan. Banyak anak kesulitan menulis karena mereka mencoba untuk melakukan dengan cepat. Beri semangat pada anak dengan memberi waktu menuliskan bentuk huruf dengan hati-hati dan benar.

Terangkan kesalahan yang dibuat oleh anak. Ajari mereka menggunakan penghapus.

Terapkan cara menulis formasi huruf dengan benar. Cara menulis A tentu tidak dengan cara menarik garis tengah terlebih dulu. Coba untuk mencari tahu dari guru-guru si anak bagaimana ia seharusnya menulis huruf dengan benar, dan dorong anak anda untuk mempraktekan menulis dengan pola tersebut. Menggunakan kertas bergaris akan sangat membantu

Pastikan anak memegan pensil dalam posisi benar saat menulis. Idealnya anak anda harus menggunakan dengan pegangan tripod-ala-tiga jari. Pensil harus berada di dekat ujung ibu jari dipegang bersama telunjuk dan jari tengah. Pensil plastik dengan pegangan solid ala kantoran mungkin membantu bila anak anda kesulitan memegang pensil dengan benar.

Latih anak dengan banyak kata. Anda dapat melakukan itu dengan sesi membaca bersama, menunjuk kata di sekeliling (seperti tanda jalan, label produk, papan nama) dan menggantungkan contoh-contoh karya tulisan anak anda di berbagai tempat dalam rumah.

Sangat penting bagi semua anak, bahkan bagi mereka yang kesulitan untuk menulis, untuk tetap mempraktekkan menulis dengan tangan. Tentu saja anda boleh mengajarkan anak kemampuan mengetik, bahkan di usia bocah. Namun, kecuali ada rekomendasi terapi ahli tumbuh kembang anak, anak-anak tak seharusnya menggunakan komputer dengan keyboard untuk mengerjakan tugas sekolah saat teman-teman mereka menyelesaikan dengan tulisan tangan.

Anak-anak berkembang dengan percepatan berbeda, seperti halnya orang dewasa, hasil tulisan tangan bisa bermacam-macam di antara mereka. Beberapa anak memiliki kesulitan lebih besar mempelajari huruf-huruf, sementara yang lain mungkin kesulitan menulis rapi, atau menulis dengan gaya. Kadang beberapa masalah dalam menulis bisa menjadi pertanda masalah lain seperti kesulitan atau kelambatan dalam belajar.

Jika demikian, baru saatnya orang tua membawa anak untuk diperiksa oleh ahli tumbuh kembang anak. Cara ini bisa memastikan apakah anak anda benar-benar membutuhkan terapi atau panduan khusus, atau sekadar latihan tambahan di rumah

Bagaimanapun belajar membaca dan menulis adalah salah satu kunci sukses di sekolah dan dalam kehidupan lebih luas. Ada baiknya beri waktu khusus membaca bagi anak, atau menghabiskan sebagian waktu dalam sehari untuk menulis surat kepada nenek si kecil. Ketika anda menulis bersama anak anda, anda telah membantu si kecil mengembangkan kemampuan penting mereka.

Jumat, 21 Mei 2010

Kesibukan Rocker Ikang Fawzi di Lampung

Berita Lampung Kesibukan Rocker Ikang Fawzi di Lampung:

Ikang berharap sebelum Pemilukada Lampung Selatan yang akan berlangsung 30 Juni mendatang, ia sudah selesai melakukan kunjungan ke seluruh daerah di sana. Menurut Ikang, kebanyakan penduduk Lampung Selatan adalah nelayan dan buruh sehingga perkembangan ekonominya masih rendah. “Dan juga konsep pembangunannya masih belum terjamah, bahkan konsep pembangunannya menurut saya harus diperbaiki,” katanya.Rocker Ikang Fawzi kini punya kesibukan baru.

Menjelang Pemilukada di Lampung Selatan, suami Marissa Haque itu kini sibuk menemui penduduk Desa Lampung Selatan. “Ini pendekatan yang sudah saya lakukan selama 11 bulan. Jadi sekarang tinggal 15% lagi yang belum saya kunjungi,” katanya, Minggu (2/5).Kesuksesan sejumlah artis, seperti Rano Karno, Dicky Candra, dan Dede Yusuf, menembus jabatan di pemerintahan daerah menjadi magnet bagi sejumlah artis untuk mengikuti sukses mereka. Langkah serupa juga diambil mantan rocker pada tahun 80-an, Ikang Fawzi.Suami artis dan politisi Marissa Haque itu akan turut meramaikan bursa pencalonan wakil bupati dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di Lampung Selatan, setelah awal April lalu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lampung Selatan menetapkan penyanyi bernama asli Ahmad Zulfikar Fawzi itu menjadi salah satu calon wakil bupati (cawabup) Lampung Selatan, mendampingi Zainuddin Hasan.

Pasangan Zainuddin-Ikang diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK). Diakui Ikang, keikutsertaannya dalam pilkada di Lampung Selatan tak lain karena ia ingin memberikan pengabdiannya. Banyak hal yang sudah ada dalam benak Ikang untuk membangun Lampung Selatan, bila ia kelak terpilih menjadi pemimpin daerah di sana.

"Dari masalah infrastruktur. Jadi sudah ada yang salah. Jadi salah, apa ya... untuk me-redesign infrastrukturnya untuk diperbaiki, saya lihat potensi-potensi aja itu bisa berintegrasi," ucap Ikang dihubungi tengah melakukan kampanye di daerah pemilihannya, Kamis (15/4/2010).

"Kalau cara kita membangun itu harus berintegrasi, baru infrastrukturnya kita buat, supaya ekonominya bisa berjalan. Enggak bisa tiba-tiba kita bikin GOR atau pasar di sana," ujarnya.Bila dirinya terpilih nanti, Ikang juga mempunyai impian merancang pembangunan di daerah pemilihannya agar menarik untuk investor. "Terus terang, buat investor kurang menarik. Jadi, masih pola-pola lama yang dipakai. Jadi masih investor itu harus datang, bayar 30 persen, seperti itulah," katanya.

Menurut Ikang, harus ada reformasi birokrasi untuk membangun Lampung Selatan menjadi jauh lebih maju. "Investor kita berikan kesempatan buat berusaha dengan baik, perizinan dipermudah, semuanya harus online system, atau transparansi, jadi itu semua dijalanin. Jadi, memang harus ada reformasi birokrasi," katanya.Menyusul pencalonannya sebagai cawabup Lampung Selatan, kesibukan Ikang pun kian padat. Beberapa pekan ini ia harus bolak-balik Jakarta-Lampung Selatan untuk berkampanye menemui konstituennya.

Karena Ikang lebih dikenal sebagai penyanyi, mau tak mau, saat kampanye tak jarang banyak orang yang memintanya mempertontonkan kebolehannya. Kata Ikang, ia kerap kali ditodong untuk menyanyikan lagu "Preman", yang pernah menjadi hit di tahun 80-an. "Itu salah satunya yang sering diminta. Kadang-kadang gue juga nyanyiin lagu orang lain saat kampanye," tandasnya

Sumber: Kesibukan Rocker Ikang Fawzi di Lampung

pada: http://berita-lampung.blogspot.com/2010/05/kesibukan-rocker-ikang-fawzi-di-lampung.html

Minggu, 21 Februari 2010

Doa dan Dukungan para Kyai di Lampung Selatan untuk Pasangan Zainuddin Hasan dan Ikang Fawzi.


''Sangat mengharukan ketika menyaksikan dengan mata kepala sendiri bahwa asangan Zainuddin Hasan dan Ikang Fawzi mendapat dukungan penuh dari para ulama di seluruh Lampung Selatan,'' kata Marissa Haque istri kandidat Wakil Bupati Lamsel kepada penulis. Sebagai bagian dari alumni keluarga besar HMI, Zainuddin Hasan maupun Ikang Fawzi dan istrinya tentu tidaklah sulit untuk mendapatkan dukungan positif dari teman-teman sesama penggiat politik kampus semasa mereka berada dibangku kuliah dulu tersebut.

Pasangan Zainuddin Hasan dan Ikang Fawzi dalam Liputan 6 SCTV


Berita di televisi yang pertamakali muncul terkait kedatang pasangan Zainuddin Hasan dan Ikang FAwzi ke KPUD Lampung Selatan adalah dari SCTV Liputan 6 sore.
Jazakumullah khoir saudaraku siapapun anda yang berada dibelakang program tersebut. Semoga Allah Azza wa Jalla akan menggantikan kebaikan tersebit ribuan kali lipat adanya.

Doa dan Dukungan para Kyai di Lampung Selatan untuk Pasangan Zainuddin Hasan dan Ikang Fawzi.



Sangat mengharukan ketika menyaksikan dengan mata kepala sendiri bahwa asangan Zainuddin Hasan dan Ikang Fawzi mendapat dukungan penuh dari para ulama di Lampung Selatan.

Abah Raudh Kekasih Allah Azza wa JallaPada gambar disamping ini adalah seorang Kyai asal Banten yang kini bermukim di Kota Bogor, Jabar bernama panggilan kesayangan dari kami semua sebagai Abah Raudh--asal kata raudah--yang selalu menjaga kami dengan doa-doa keselamatan dunia dan akhirat. jazakumullah khoir Ya Ustad... may Allah bless you always...


Ungkapan rasa syukur dan terimakasih dari kami sekeluarga para murid tasawuf njenengan:

Ikang Fawzi, Marissa Haque, Bella Fawzi, dan Chikita Fawzi
di Sheraton Hotel, Bandar Lampung, Lampung, 2010

Sabtu, 20 Februari 2010

Lampung Membuat Sejarah Baru: Tempo Interaktif

Ikang Fawzi Calon Wakil Bupati Lampung Selatan
Jum'at, 19 Februari 2010 07:43 WIB
Oleh: NUROHCMAN ARRAZIE

TEMPO Interaktif, Bandar Lampung -Artis dan penyanyi rock, Ikang Fawzi ikut meramaikan pemilihan kepala daerah Kabupaten Lampung Selatan. Suami Marisa Haque itu maju sebagai calon wakil bupati berpasangan Zainudin Hasan yang diusung Partai Amanat Nasional. Pasangan Zainudin—Ikang itu mendaftar resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Lampung Selatan, kemarin sore.Ikang yang berpasangan dengan adik kandung Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan itu diusung oleh koalisi PAN, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Gerindra. Pasangan itu akan bersaing dengan tiga pasangan calon dari jalur partai politik dan tiga pasang dari jalur perseorangan.

“Saya sudah siap berkompetisi dan sejumlah kunjungan ke pelosok kabupaten juga sudah saya lakukan. Semua sudah siap,” kata Ikang.Dengan diarak ribuan pendukungnya, pasangan ini mendatangi KPUD Kabupaten Lampung Selatan untuk menyerahkan berkas pendaftaran. Dalam arak-rakan itu ikut juga Marisa Haque, istri sang rocker. Dia mengaku memilih bertarung di Lampung Selatan karena masih dekat dengan Jakarta.Selain itu, dia juga merasa punya kedekatan dengan Lampung Selatan karena dalam dirinya mengalir darah Bugis dan Banten. Dua suku ini, kata dia, banyak mendiami kabupaten yang berada di pintu gerbang Sumatera itu. “Daerah ini perlu sosok pemimpin yang mampu membuat perubahan. Kami akan memfokuskan pembangunan infrastruktur untuk mempercepat pembangunan,” kata dia dalam orasi politik singkatnya di Pencalonan rocker bernama asli Ahmad Zulfikar Fawzi itu setelah Dewan Pengurus Wilayah Partai Amanat Nasional Lampung melakukan survey. Menurut Erizal, wakil ketua DPW PAN Lampung, hasil survey, tingkat popularitas mantan calon legislatif partai berlambang matahari terbit itu cukup tinggi di kabupaten yang berada di pintu gerbang Sumatera itu. “Kita ingin mengulang kesuksesan Dede Yusuf di Jawa Barat,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, Ikang yang masih memiliki keturunan Banten akan bisa diterima masyarakat Lampung Selatan yang penduduknya banyak berasal dari Banten. Langkah Zainudin—Ikang akan mendapat tandingan dua pasangan calon dari jalur partai politik dan tiga dari jalur perseorangan atau independen. Pencalonan pelantun tembang rock berjudul Preman itu merupakan sejarah baru bagi Lampung. Untuk pertama kalinya, pemilihan kepala daerah di Lampung diikuti oleh publik figur atau artis. “Mudah-mudahan ketenaran dan kemampuan kepemimpinan Ikang bisa memuluskan pasangan yang kami usung untuk menduduki kursi Bupati,” katanya.

Ikang Fawzi didampingi istrinya, Marisa HaqueMaju di Pilkada Lampung Selatan

Oleh: Bisri Merduani

SCTV News, Liputan6.com

19/02/2010 05:53

Liputan6.com, Lampung Selatan: Panggung politik kembali diwarnai munculnya kandidat dari kalangan artis. Ikang Fawzi, penyanyi era tahun delapan puluhan ikut meramaikan arena panggung politik di Lampung Selatan, Lampung. Arak-arakan masa dan musik rebana mengiringi kedatangan Ikang ke Kantor Komisi Pemilihan Umum Lampung Selatan, Kamis (18/2).

Didampingi istrinya, Marisa Haque, artis yang memiliki nama asli Akhmad Zulfikar Fawzi ini mendaftar sebagai calon Wakil Bupati Lampung Selatan periode 2010-2015. Ikang akan mendampingi calon Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan, yang tak lain adik kandung dari Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan. Mereka akan bertarung di Pilkada Lampung Selatan pada 30 Juni 2010.Pasangan ini diusung oleh tiga partai, yaitu Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Demokrasi Kebangsaan. Ikang yakin bisa memajukan Lampung Selatan jika ia dan pasangannya nanti terpilih.(ADO)

Tautan Pilkada Lampung Selatan 2010